|
Mataram merupakan IbuKota
Nusa Tenggara Barat, pusat dari segala kegiatan
pemerintahan ada di Kota Mataram. Lokasinya hanya 5
menit dari Bandara Selaparang Mataram. Di sini
banyak terdapat hotel - hotel yang dari kelas Melati
sampai Hotel yang berbintang. Kota Mataram terdiri
dari 6 Kecamatan yaitu Kecamatan Ampenan,
Cakranegara, Mataram, Pejanggik, Selaparang,
Sekarbela dengan 23 kelurahan dan 247 Lingkungan.
Selain ibukota propinsi, Mataram juga telah menjadi
pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan,
industri dan jasa. Keberadaan berbagai
penunjang seperti fasilitas perhubungan seperti
Bandara Internasional Selaparang sebagai pintu masuk
Lombok melalui udara, pusat perbelanjaan, dan jalur
transportasi yang menghubungkan antar kabupaten dan
propinsi inilah yang menjadi pertimbangan dalam
pengembangan Kota Mataram menjadi kota pariwisata.
Mataram sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten
Lombok Barat sebelum terjadi pemekaran
wilayah. Kini,
ibukota Kabupaten Lombok Barat dipindah ke Giri
Menang Gerung.
Sejarah Kota Mataram
Menelusuri sejarah Kota
Mataram dari zaman raja-raja, zaman pemerintahan.
Kolonial Belanda, Zaman pendudukan Jepang dan
terbentuknya Negara. Indonesia Bagian Indonesia
Timur dari Konferensi Meja Bundar (KMB) 27 Desember
1949. Kata-kata bijak
menyebutkan : segala abad adalah bersambung oleh
adanya berbagai sebab dan akibat yang tidak
putus-putus dan telah mengikat segala yang terdapat
sebelumnya. Pada masa pulau Lombok diperintah oleh
para raja-raja, Raja Mataram tahun 1842 Masehi
menaklukkan kerajaan pagesanggn setahun kemudian
tahun 1843 menaklukkan kerajaan Kahuripan. Kemudian
Ibukota Kerajaan dipidahkan ke cakranegara dengan
ukir Kawi nama Istana Raja. Raja Mataram (Lombok)
selain terkenal kaya raya juga adalah raja yang ahli
tata ruang kota, melaksanakan sensus penduduk
kerajaan dengan meminta semua penduduknya
mengumpulkan jarum. Penduduk laki-laki dan perempuan
akan diketahui lewat ikatan warna tali pada
jarum-jarum yang diserahkan. Setelah raja Mataram
jatuh oleh pemerintah Hindia Belanda dengan korban
jenderal Van Ham, yang monumennya ada di Karang
Jangkong cakranegara mulailah diterapkan sistem
pemerintahan dwitunggal berada di bawah Afdelling
Bali Lombok yang berpusat di Kota Singaraja Bali.
Pulau Lombok dalam pemerintahan dwitunggal terbagi
menjadi 3 (tiga) Onder Afdeling, dari pihak Kolonial
sebagai wakil di sebut Controleur dan dari wilayah
di sebut Kepala pemerintahan setempat (Kps) sampai
ke tingkat Kedistrikan. Adapun ketiga wilayah
administratif masih disebut west Lombok (Lombok
Barat) Middle Lombok (Lombok Tengah) dan East Lombok
(Lombok Timur) dipimpin oleh seorang Controleur dan
Kepala Pemerintahan Setempat (KPS). Untuk wilayah
west Lombok (Lombok Barat) membawahi 7 (tujuh)
wilayah administratif yang meliputi : 1. Kedistrikan
Ampenan Barat di Dasan Agung 2. Kedistrikan Ampenan
Tmur di Narmada 3. Kedistrikan Bayan di Bayan Belek
4. Asisten Distrik Gondang di Gondang 5. Kedistrikan
Tanjung diTanjung 6.
Kedistrikan Gerung di Gerung 7. Kepunggawaan
Cakranegara di Mayura
|